Politik Sapa: Perdamaian bukan Peperangan
Aldo Corason
Politik
Politik merupakan suatu identitas kuasa yang dimiliki setiap orang untuk kebaikan dan kedamaian bersama. Politik hadir sebagai pejuang untuk melibatkan kebaikan dalam kehidupan masyarakat. Aristoteles mengemukan bahwa politik digunakan masyarakat untuk mencapai suatu kebaikan bersama yang dianggap memiliki nilai moral yang lebih tinggi dari pada kepentingan swasta. Hal ini yang menjadi pegangan setiap orang bahwa politik bukanlah suatu keburukan dalam dirinya. Keburukan itu hadir dari pribadi yang pandai berprofokasi. identitas politik yang kerapkali terjadi dalam kehidupan sekarang yakni tentang peperangaan merebut kekuasaan. Hal ini menjadi pemicu perpecahaan kebaikan bersama. Sehingga dalam realitasnya politik itu menjadi suatu keburukan. Keburukan dalam politik menciptakan isu-isu kekacauan, terjadinya perpecahan keluarga, tidak saling sapa, membenci pihak lain dan lain sebagaiannya. Namun yang perlu disadari bahwa kehidupan politik itu hadir dari pribadi. Dalam arti pribadi itu yang menghidupkan politik, jika dia pandai dan bijak dalam berpolitik maka keburukan itu tidak akan terjadi. Peperangan merebut kekuasaan itu hanya sebuah realitas sementara toh pada akhirnya yang menang tetap menjadi pemimpin semua orang.
Sapa sebagai Relasi Sosial Damai
Sapa merupakan suatu bentuk relasi sosial yang menciptakan keterbukaan terhadap sesama. Sapa mampu menunjukan bahwa saya ada dan kamu ada maka saya dan kamu adalah kita. Kita adalah tentang mahluk sosial yang memiliki dunia relasi. Relasi menjadi titik terang untuk saling menyapa. Dunia sapa menjadi momen terbaik dalam membangun relasi yang damai. Sapa menunjukan pemahaman tentang tata krama yang baik dan tidak dicap sombong. Kehadiran sapa menujukan identitas saling menghargai, saling mencinta dan lain sebagainya. Sapa juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan komunikasi dan menjaga atmosfer keakaraban antara kita dengan orang lain serta mencairkan suasana yang cangung. Hal terpenting dalam kehidupan bersama adalah saling menyapa. Hilangnya kesadaran akan menyapa menjadi suatu keburukan yang tidak disangka. Hadirnya suatu kecurigaan yang buruk bisa jadi dikarenakan tidak saling menyapa. Utuk itu perlu adanya penikatan daya sapa dalam pribadi. Dengan daya sapa yang sangat tinggi maka kita menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bersamaa.
Politik Sapa: Perdamaian bukan Peperangan
Politik sapa adalah kuasa mebangun relasi yang baik antara sesama meski berbeda pilihan. Setip pilihan adalah tuntutan yang mewajibkan kehadiran dukungan. Setiap orang memilikiki pilihan berbeda dan itu adalah suatu realitas yang normal. Dalam satu keluarga memiliki pilihan yang berbeda dan itu wajar. Karena setiap pribadi memiliki hak untuk memilih dan menentukan pemimpin yang layak untuk memimpin. Setiap priadi memiliki hak penilaian serta uji kelayakan terhadap calon yang ia pilih. Maka dalam kehidupan bersama berbeda pilihan adalah suatu yang wajar bukan suatu yang buruk atau menghadirkan perpecahan. Perpecahan yang kerap terjadi dalam dunia politik disebabkan kuatnya politik identitas. Politik identitas menjadi suatu hukum wajib bagi kelurga untuk memilih calon pemimpin dari keluraganya sendiri atau calon yang sudah ditetapkan bersama tanpa melihat kualitas kepemimpinanya. Dalam realitasnya keluarga tidak boleh berbeda pilihan, jika berbeda pilihan maka dengan sendirinya menghadirkan perpecahan dan perpisahan. Namun yang perlu disadarai bahwa keluarga adalah tentang darah yang sama mengalir dalam tubuh menyatu dalam kebersamaan, jika berpisah maka keruntuhan akan menuntun.
Politik sapa, Dia menghadirkan serta membangun eksistensi keluarga itu tetap utuh meski berbeda pilihan. Politik sapa bergerak untuk membangun ketentraman dalam kebersamaan. Dia tidak pernah menghadirkan keburukan apalagi kebencian, dia hanya mampu membawa kedamaian dalam perbedaan. Dia tidak pernah menciptakan peperangan dia hanya membentuk kuasa yang bijak agar mampu berkuasa dengan damai. Politik sapa menghadirkan perdamaian dalam kehidupan bersama bukan suatu peperangan yang memisahkan kebersamaan. Jika kita berbeda pilihan maka dengan kesadaran yang tinggi kita mesti membentuk dunia sapa agar kita tetap utuh menjadi satu bagian dari kebersamaan. Kita adalah satu bukan dua sebap dua memungkinkan untuk menghadirkan yang ketiga, jika yang ketiga hadir maka otomatis ada keburukan diantara satu dan dua, tiga adalah racun bagi saku neraka bagi jiwa.
Dalam situasi politik meski adanya politik sapa agar politik itu tetap berada dalam jalurnya sendiri bukan beralih pada keburukan yang dihadirkan para profokator.
Komentar