Indonesia Dikunjungi Relikui Jantung St. Kamilus de Lellis

Oleh: Agust Gunadin, Penghuni Biara St. Kamilus-Maumere

Dalam rangka merayakan sepuluh tahun kehadiran Ordo Kamilian (Order of Minister Infirm), relikui Jantung St. Kamilus de Lellis didatangkan di Indonesia. Setelah dua bulan lamanya berada di Filipina. Akhirnya, relikui St. Kamilus de Lellis, pelindung orang sakit, dokter, perawat dan petugas kesehatan tiba di Jakarta pada Selasa, (3/4/2019) kemudian menetap selama satu bulan (3 April-2 Mei 2019) di Indonesia. Selama di Indonesia relikui berziarah pada tiga keuskupan yakni: Ruteng, Maumere dan Keuskupan Agung Jakarta. Pada,  Rabu (4/4/2019) relikui diberangkatkan ke Ruteng, di mana salah-satu tempat pembinaan calon imam Kamilian. Selama berada di Ruteng (4-12/4/2019), relikui dibawa di beberapa tempat untuk didevosi oleh umat serta meminta pertolongan doa lewat perantaraan St. Kamilus. Banyak kesaksian penyembuhan yang dialami oleh umat selama berdoa di depan relikui jantung St. Kamilus. Kesaksian-kesaksian itu semakin mendorong banyak umat untuk berdoa, baik novena pribadi maupun kelompok. Kemudian pada Saptu (13/4/2019) Relikui diantar menuju Keuskupan Maumere dan menetap selama delapan hari (13-21/4/2019).

Dari Ruteng Menuju Keuskupan Maumere

Rasa keingintahuan dan penasaran yang tinggi menyelimuti suasana penjemputan relikui jantung St. Kamilus de Lellis di Bandara Frans Seda-Maumere. Umat yang ikut penjemputan dengan setia menunggu kehadiran sang pecinta orang sakit. Tibalah saatnya pada pukul 16.30 WIT, Pater Andi, MI selaku kordinator umum ziarah relikui jantung St. Kamilus turun dari pesawat. Umat menyambut kedatangannya dengan penuh sukacita. Senada dengan sukacita itu,  Pater Luigi dan semua religius ordo Kamilian  bersama-sama menghiasi tempat penataan relikui sebagai tanda penghormatan untuk Bapa Pendiri Ordo. Kemudian,  semua umat diminta untuk memperarakan bersama relikui menuju Seminari St. Kamilus Nita-Maumere. Sebelum ditahtakan di Kapela seminari, relikui diterima secara adat Maumere sebagai tanda selamat datang dan penghormatan. P. Luigi Galvani, MI selaku Superior Delegasi Ordo mengatakan: “Selamat datang tamu terhormat kita, St. Kamilus. Kedatanganmu telah dinantikan banyak orang. Semoga dengan kehadirannya, bisa meyakinkan umat untuk tetap mencintai Tuhan sekaligus mencintai dan melayani orang sakit dengan sepenuh hati seperti yang telah  diajarkan oleh St. Kamilus sendiri”. Katanya dalam acara penyambutan.  

Kehadiran relikui St. Kamilus yang sepenuh hidupnya didedikasikan bagi para pelayan kesehatan merupakan peristiwa berahmat bukan hanya untuk pengikut Kamilus sendiri tetapi seluruh umat beriman di keuskupan Maumere. Kerinduan umat untuk berdoa di depan relikui mewarnai suasana ziarah jantung St. Kamilus. Setiap tempat yang telah direkomendasi untuk mentatahkan relikui (Katedral keuskupan Maumere, RSUD. T.C. Hillers, RSU St. Gabriel Kewapante, RSU Sta. Elisabeth Lela, Paroki Sta. Maria Imacullata Habbi dan Seminari St. Kamilus Nita) selalu didatangkan oleh banyak orang. Umat meyakini bahwa dengan berdoa melalui perantaraan relikui St. Kamilus, Tuhan akan mengabulkan doa-doa mereka. 

Tepat pada, Minggu (21/4/2019) misa penutupan ziarah relikui jantung St. Kamilus diadakan. Perayaan misa tersebut dipimpin oleh uskup Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr. Banyak umat menghadiri perayaan tersebut sekaligus memberikan penghomatan terakhir untuk relikui. Dalam sambutan penutup, Mgr. Edwaldus menyampaikan “Atas nama seluruh umat sekeuskupan Maumere mengucapkan terima kasih kepada ordo Kamilian yang telah menghadirkan relikui jantung St. Kamilus. Semoga dengan kehadiran relikui ini, kehidupan doa umat semakin diperkaya menjadi iman yang dewasa”. Ungkap, bapa uskup. 

Setelah mengunjung Keuskupan Maumere, relikui akan diantar menuju keuskupan Agung Jakarta. Di sana relikui berada selama 22 April-1 Mei sekaligus menjadi tempat ziarah terakhir di Indonesia. Kemudian, dikembalikan ke Roma pada 2 Mei 2019. 

 


  

   

Komentar

Postingan Populer