KUPU-KUPU MALAM
Kupu-kupu malam atau pekerja seks komersial
Kupu-kupu malam adalah sebuah sebutan lain untuk para pekerja seks komersial. Istilah ini tidak di ketahui siapa yang membuatnya dan kapan pertama kali dipakai, namun yang pasti julukan kupu-kupu malam adalah sebuah perumpamaan. Istilah kupu-kupu malam itu terdapat dua variabel yaitu kupu-kupu dan malam. Kupu-kupu itu sendiri merupan sebuah serangga yang indah untuk di pandang, dan malam itu sendiri merupakan sebuah situasi perubahan waktu dari siang menuju malam. Disebut malam ketika mata hari sudah terbenam. Gabungan kedua istilah ini menurut kamus besar bahasa indonesia adalah sebuah istilah yang di artikan sebagai wanita tunasusila atau pelacur. Selain julukan kupu-kupu malam masih banyak lagi julukan lain yang menggambarakan kehidupan wanita yang bekerja di dunia malam atau pekerja seks komersial. Ungkapan kupu-kupu malam ini sering kita temukan dalam kehidupan orang-orang di sekitar kita, ketika mereka membicarakan perempuan yang bekerja sebagai pelacur. Selain itu banyak media sosial yang menggunakan julukan ini ketika berbicara soal perempuan yang bekerja di dunia malam, dan lain sebagainya. Banyak pandangan bahawa wanita yang dijuluki sebagai kupu-kupu malam tidak bermoral, tidak sopan santun, senonoh, kotor dan lain sebagainya yang dipandang sesuatu yang tidak baik. Kupu-kupu malam sering distikmatisasi oleh masyarak lain, seolah-olah mereka bukan bagian dari masyarakat di mana mereka tinggal. Namun bagaimana respon kupu-kupu malam ketika mereka dijuluki kupu-kupu malam. Apakah mereka terima atau sebaliknya? Apakah mereka layak disebut sebagai orang yang jahat, bau, senonoh, jorok, kotor dan lain sebgainya? Kupu-kupu malam juga disebut prostitusi. Prostitusi adalah pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan. Para wanita pekerja seks komersial bekerja demikian bukan semata-mata hanya untuk memenuhi hawa nafsu, Tetapi karena kebutuhan hidup seperti manusia lainnya. Memang ada banyak cara yang dianggap baik oleh manusia pada umunya untuk memenuhi kebutuhan itu namun cara-cara itu tidak menjamin semua orang mendapatkan cara yang baik. Faktor lain yang menyebakan wanita bekerja di dunia malam adalah faktor ekonomi. Dalam realitas kehidupan manusia ada yang kaya dan ada yang miskin. Orang yang memiliki ekonomi tinggi tentu mudah untuk mendapatkan kebutuhan hidup mereka namun bagaiman dengan orang-orang yang memiliki ekonomi rendah. Kemiskinan membuat orang mengeluh dengan eksistensi mereka. Hal inilah yang menyebakan orang mencari cara yang mudah untuk mendapatkan uang sehingga banyak wanita-wanita yang bekerja di dunia malam. Kedesakan akan kebutuhan hidup menjadi salah satu faktor terjadinya penambahan anggota yang bekerja di dunia malam.
Penilain kritis atas julukan kupu-kupu malam
Julukan kupu-kupu malam yang menggambarkan kehidupan wanita yang bekerja di dunia malam menurut saya merupakan sebuah julukan yang seharusnya tidak perlu. Kita tahu bahwa wanita-wanita yang bekerja di dunia malam tidaklah beda dengan wanita lainnya. Mereka melakukan pekerjaan itu demi kepentingan mereka sendiri yaitu kepentingan hidup mereka. Julukan ini hanya mau menunjukan bahwa mereka berbeda dengan manusia lain. Mereka memiliki harga diri yang tak lain sama dengan wanita-wanita lainnya. Julukan ini juga membuat mereka merasa distikmatisasi oleh masyarakat pada umunya. Yang perlu kita ketuhui adalah ada banyak wanita-wanita yang kerja di dunia malam, secara tidak lansung disuruh oleh keluarga mereka sendiri. Mereka dijual dan dibuang oleh keluarga mereka sendiri, semua ini disebabkan oleh faktor ekonomi. Ekonomi yang sangat rendah membuka jalan bagi setiap orang untuk mencari pekerjaan yang mudah dan cepat mendapatkan uang. Lapangan pekerjaan yang paling mudah dan cepat mendapatkan uang adalah tempat-tepat rekreasi seperi pub, tempat-tepat karoke dan lain sebagainya. tempat-tempat ini membutuhkan pelayan yang dapat menarik perhatian pelanggan. Sehingga banyak wanita-wanita yang bekerja di situ ada yang secara terpaksa dan ada pula yang tidak secara terpaksa.
Kupu-kupu malam hemat saya mereka bekerja dan mereka dipakai dan digunakan oleh orang-orang yang ingin memuaskan hawa nafsunya. Dengan demikian mereka merupakakan korban dari hawa nafsu dari para pria yang tidak mampu menahan hawa nafsu. Seiring dengan itu pandangan-pandangan terhadap wanita-wanita ini tidak berprik kemanusia dimana mereka membutuhkan kedamaian dan cinta kasih dari masyarakat luas, mereka mebutuhkan keadilan sebagai pribadi dari penciptaan. Keadilan terhadap pencipta yang teridiri dari dua elemen yaitu ketaatan terhadap tatanan kodrati dan penghormatan terhadap nilai pribadi. Penghormatan pada nilai pribadi merupakan sebuah keadilan yang menunjukan pribadi sebagai penciptaan. Sebagai penciptaan perlu dicintai dan dikasihi oleh pribadi yang lain. Wanita-wanita yang bekerja di dunia malam perlu dipandang sebagai pribadi yang lain yang membutuhkan cinta dan kasih sayang dari masyarakat luas. Dengan itu dalam mereka akan menemukan kedamain hidup seperti orang lain.
Mereka adalah kita
Setiap kebutuhan hidup selalu membutuhkan jalan untuk mencapai kebutuhan itu. banyak orang yang bekerja diberbagai tempat untuk mendapatkan kebutuhan mereka. Wanita-wanita kupu-kupu malam juga membutuhkan kebutuhan pokok seperti halnya orang lain. Mereka bekerja keras di tengah dunia yang kejam demi mencari nafkah. Mereka rela dipakai oleh pelanggan yang hanya menyukseskan hasrat manusiawi yang tidak mapu dikendali. Mereka tetap berdiri tegak di pinggir jalan dan ada juga yang berada dalam tempat dimana mereka biasa menerima pelanggan. Itulah cara kerja wanita-wanita kupu-kupu malam. Mereka adalah manusia yang ingin berpartisipasi dalam relasi dengan yang lain. Mereka tidak mau dipandang distikmatisasi oleh yang lain. Untuk itu perlu adanya upaya yang membantu untuk mereka tetap aman hidup di tengah masyarakat pada umunya. Segala sesuatu membutuhkan proses dalam mencari hidup yang berdamai.
Komentar